Sitangkubang, Huta Seni Menjadi Kekayaan Musik Batak

Acara Bimtek Pengembangan Homestay & Desa Wisata sebagai momen deklarasi Huta Sitangkubang menjadi Huta Seni. Deklarasi Huta Seni dilakukan pada Huta Sitangkubang, Siponjot Silaban, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Deklarasi ini dimeriahkan sang pameran karya seni, atraksi pembuatan indera musik, dan pertunjukan & sarasehan seni budaya.

“Huta Sitangkubang sekarang sebagai Huta Seni. Artinya, seni & budaya Batak akan terus dilestarikan. Kami jua mempunyai daya tarik lain menjadi destinasi produsen indera musik. Yang kentara, menggunakan status Huta Seni akan mendatangkan banyak manfaat bagi kami,” istilah Ketua Sanggar Seni Silaban Margo Dika Silaban pada fakta tertulisnya, Senin (20/5/2019).

Rangkaian program ini jua dimeriahkan sang penampilan Tari Tor Tor yang dibawakan sang sanggar Ina Silima Huta. Ditampilkan jua Tari Sihutur Sanggul sang Sanggar Dalloid yang menceritakan kegiatan keseharian perempuan Huta Sitangkubang.

“Huta Sitangkubang sebagai kekuatan baru bagi pariwisata Danau Toba. Musik & karya seni lainnya dikembangkan pada sana. Semuanya dilibatkan secara aktif. Dengan cara barunya, terdapat poly wangsit yang akan diberikan Huta Sitangkubang,” istilah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman .

Sebagai informasi, Huta Sitangkubang mempunyai 11 ketua keluarga. Uniknya, seluruh warganya beraktivitas menjadi produsen indera musik spesial Batak. Adapun indera musik yang sudah dihasilkannya, diantaranya 15 set indera musik Taganing, Garantung, & Ogung. Ada jua 30 Hasapi (kecapi Batak) pestabatak.com yang siap jual. Sementara buat satu set Uninguningan menurut kayu nangka kurang lebih Rp 12 juta.

“Alat-indera musik tadi sebagai elemen krusial pada setiap program adat. Selama berada pada sana, para wisatawan jua mampu mengenal lebih dekat indera musik tadi. Mereka pun mampu belajar bagaimana cara membuatnya. Yang kentara, Huta Seni Sitangkubang adalah destinasi yang sangat menarik,” ucap Dadang.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar Lokot Ahmad Enda menjelaskan kreativitas telah siap buat membuat nilai komersial. Diungkapkannya, tempat Danau Toba membutuhkan tagline menggunakan basic Toba Raya.

“Danau Toba lebih kaya menggunakan Huta Seni Sitangkubang. Kreativitas wajib mendukung supaya memberi laba ekonomi. Nanti akan mengikuti Famtrip menggunakan peserta Singapura. Lebih krusial, Toba itu wajib bersatu. Munculkan tagline Toba Raya guna mengoptimalkan seluruh potensi yang terdapat. Sebab, akomodasi wisatawan telah ditopang menggunakan homestay, “kentara Lokot.

Kemenpar pun mendukung reputasi ini sebagai desa wisata. Sebagai bukti, Kemenpar menaruh 10 paket dukungan. Setiap paketnya, terdiri 1 kasur pegas, dua bantal, dua guling, 1 seprai, 1 bed cover, sampai 1 kitab tamu.

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuju destinasi Huta Sitangkubang akan berkembang seiring naiknya wisatawan secara optimal.

“Huta Sitangkubang sudah mempunyai bukti diri yg kentara. Hal ini tentu sangat bagus. Kawasan tadi akan tumbuh positif, yang mereka atur merupakan branding intensif. Manfaatkan saja seluruh media umum yg terdapat. Cara ini akan efektif lantaran efisien. Selain atraksinya, destinasi ini jua didukung. sang aksesibilitas & amenitas yang bagus, “ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *